Sabtu, 19 November 2011

Tuhan,Aku Lupa…



. . . . . . . . . . . . . . . . . .
Sesaat merindu pada-Mu
Aku tahu dan sadar
Lemah dan hinanya diri ini
Berbalut kelu dan bisu
Diam…

Tuhan,aku lupa
Lupa akan cinta sebenarnya dari-Mu
Yang kadang aku mencari cinta selain-Mu
Menangis,tertawa dan juga sedih
Tapi bukan cinta-Mu yang  kuratapi

Tuhan,aku lupa
Nikmat-mu tak terhingga menembus masa
Melewati batas rasional pikiranku
Tapi aku?
Tak pernah tau akan itu
Aku seperti merasa diriku
Berdiri di atas kepongahan hidup

Tuhan,aku lupa
Siapa sebenarnya diriku
Merasa bisa tanpa-Mu

Tuhan,aku lupa
Aku lupa…

Sepertiga malam ini
Aku mengais kehadapan-Mu
Meminta sesuatu yang dulu kugenggam
Yang dulu aku miliki
Cinta-Mu…

Berikan sedikit saja,Tuhan
Agar aku bisa berdiri di bawah tangan-Mu

Berikan sedikit saja,Tuhan
Agar aku bisa menjadi diriku yang dulu
         Berikan sedikit saja,Tuhan
         Agar aku mampu menghadapi pahitnya hidup

 


Selasa, 15 November 2011

 

Senin, 24 Oktober 2011

“A Love In Crying”

When I’m coming in there
You are so unhappy
There is no light in your eyes
Any tears, empty glad

I hope there is sunshine in your eyes
Althought,,,rain,,,crying

I want you is happy with me
I will try to give a Love
A Love in crying

Do you remember when we were walking in the garden?
Flower garden in last Desember
Do you remember it?

When we saw a moonlight in dark night
You had face fill of love with me
Smile with you tears, forever


puisi di atas diambil dari “Writing Class” pertemuan kedua semester 3
Created by: Rustyn Mawar Biru
NB: setelah mengalami koreksi oleh dosen,,,Miss Yeni Rahmawati
dengan sedikit coretan merah karena kesalahan struktur kata2nya,
namun anehnya dapet “NICE” di bawahnya..
thank you,miss,,I will try to be better again..

aku rindu CINTA

RindukanCinta
By :SuaraPersaudaraan


Bilakah cintabersemi di relung jiwamu
Kepada Alloh maka kekalkan harapan
Di setiap desah nafasmu
Pernahkah terbersit tuk datang padaNya
Sampaikan resah yang  himpit hatimu
Mohon cahaya padaNya
Walaupun jauh jarak di dasar angan
Takkan terasa bila hati merindu cintaNya

Adakah kau rasakan indahnya rindu padaNya
Adakah kauimpikan dalam benderang cintaNya
Sadarkah dirimu yang selalumenjauhi Nya
Sementara kasih Nya selalu menaungimu
Bermohonlah atas keridhoanNya
Diakan berikan yang terbaik untukmu,,,selalu

Adakah kau rasakan indah belaian kasihNya
Adakah kau impikan saat berjumpa denganNya
Jagalah dirimu tuk selalu syukur padaNya
Hadirkan cintaNya di setiap detik hidupmu
Semoga Alloh memberkahi langkahMu
Dan membimbingmudalam meniti waktu di jalanNya
Wahai jiwa yang tenangkembalilah ke fitrahmu

Baru aku sadar,,cinta itu butuh pengorbanan,,apalagi cinta buat yang Maha Mencintai,,
Seringkali kita datang kepada Nya saat kita susah saja,,pernahkah kita terpikir untuk datang pada Nya saat senang dan gembira???
  


Taken notes:
23 Oktober 2011, 10:58 @ Ciputat

Selasa, 18 Oktober 2011

tentang seorang ibu tua di pinggir jalan


Jakarta Selatan, Kamis,13 Oktober 2011
Senja hari saat adzan maghrib berkumandang….

17:45
Sejenak melepas penat setelah rutinitas di kampus dari pagi sampai  sore ini. Penat. Kata itu yang ada di kamus ku hari ini. Jenuh. Jengah. dan sebagainya.

Aku ingin pulang sepertinya. Penyakit ini selalu kambuh saat aku sedang jenuh. Kekanak-kanakan memang,tapi wajar saja jika anak rindu akan orang tuanya yang jauh di rantauan. Bertahan di saat posisi yang tidak mendukung. Berjuang sendirian sedangkan yang lain tak ada di sisi. Menguntai senyum meski di dalam hati terasa sakit.

Begitulah aku,,,

Selalu ingin terlihat bahagia meski hati tertekan. Pernah ada teman di organisasi yang menanyakan tentang ini. “kamu gak pernah punya masalah ya? Kok tiap aku lihat kamu selalu bahagia. Enak ya mungkin hidupmu”. Aku tak menjawabnya,Cuma senyum yang ada.

Di dunia ini tak ada yang selalu hidup di atas,pasti sekali-kali ia akan merasakan hidup di bawah. Tidak semua nya merasakan senang pasti ada kalanya kita merasakan sebaliknya. Justru saat kita di bawah,saat kita tertekan,saat kita sedih,saat kita punya masalah, Alloh punya rencana lain di balik itu semua. Bukti tanda sayang dan kasih Nya untuk hamba yang dicintainya.

18:12

Sejenak aku teringat saat foto copy listening exercise di pesanggrahan siang tadi setelah sholat dhuhur berkumandang.
Tak ada yang istimewa memang. Hiruk pikuk kampus,dan mahasiswa mahasiswi yang berlalu lalang di pinggir kampus ini. Sibuk dengan urusannya masing-masing.
Sesaat setelah menyerahkan exercise untuk di copy kepada abang nya,,pandangan ku tertuju pada seseorang di pojok kanan ku,bawah tangga kostan. Di situ ada seseorang ibu yang umurnya sudah tidak muda lagi,kalau aku boleh menerawang,kira-kira umur beliau 70 tahun ke atas. Atau mungkin sekitar 80-an. Ah entahlah,,bukan umur yang ingin aku bahas.

Aku pandang sejenak tanpa berkedip. Deegg…dadaku berdesir kencang. Ingin air mata ini turun tapi aku tahan. Aku perhatikan lagi.
Ada wajah berkelebat di benakku saat itu. Secara langsung.
 Wajah  ibu ku yang tersenyum manis.
Ya Alloh,,,,,

Bagaimana kabar  beliau? Sejak aku kembali dari Magetan ke Jakarta belum pernah aku menanyakan kabarnya. Terakhir aku dengar kabarnya saat aku sms kakak,dia bilang beliau lagi sakit.
Tapi setelah sms itu aku tidak ingat lagi karena selalu disibukkan dengan tugas kampus kampus,organisasi,dsb.

Ibu,aku rinduu,,,>.<

Ya alloh,,,dosa besar jika aku selalu begini. Aku tidak ingin melupakanmu,ibu. Aku hanya ingin,ibu tidak khawatir  saja tentang keadaanku di sini. Itu saja.
Aku sayang ibu…

18:32

            Kembali  kepada cerita ibu tadi,,,
Wajah tua ibu tadi,senyumnya ,,persis senyum ibu saat melepas ku pergi ke Jakarta 1 tahun silam. Senyum harapan,agar anaknya bisa berguna bagi siapa saja.
Ada harapan besar yang ku tangkap darinya. Harapan agar aku menjadi sosok dewasa yang seperti di inginkannya.

Di deretan depan ibu tadi,berjajar buah mangga gadung tak banyak mungkin hanya 8/9 biji,,,jambu isi sekitar 5 buah dan 1 bakul terbuat dari bambu,entah di dalamnya berisi apa. Aku menerka,ibu ini berjualan rupanya. Tak hanya itu,di tangan nya ada semangkuk mie ayam yang di bawahnya diberi alas kardus,mungkin biar  tak panas.
Dengan giginya yang sudah tinggal beberapa,ibu itu makan dengan lahapnya,walaupun lahap di sini bukan berarti rakus. Tampaknya ibu itu menikmati apa yang sedang dimakannnya. Tidak peduli dengan lalu lalang orang yang berjalan di depannya,bahkan di samping nya.


19:21
Aku suka mie ayam. Suka banget,dari SD. Kalau ditanya kenapa suka? Aku  gak tau mau jawab apa J

Mungkin hal itu juga yang membuat aku sedari tadi memperhatikan ibu itu. Pelan-pelan,sendok per sendok di kunyahnya. Mmm,,pake sambal gak ya ibu itu,apa seperti aku saat mie ayam pake sambal banyak?
Aku ingat dengan ibu ku,beliau tak suka dengan mie ayam bahkan sejenisnya pun beliau enggan memakannya kecuali sudah tidak ada makanan lagi. Begitu dengan mie instant,beliau sangat benci. Mungkin karena hal itu aku dilarang untuk memakan semua itu di samping kesehatanku selalu memburuk usai makan-makanan itu. Typus kambuh,maagh akut,dsb.

Saat di rumah tak pernah aku sentuh makanan itu,tapi saat aku jauh dari rumah keinginann itu kambuh.padahal sudah beribu-ribu kali kakak,ayah dan ibu melarangku makan makanan seperti itu.

Ya raab,,,
Aku rindu saat –saat mereka melarangku untuk makan makanan itu. Di sini,tak ada yang melarangku,bahkan aku selalu tergoda untuk makan mie saat diajak teman atau saat sendiri.


Aku rindu masakan mu ibu,,,,
Sayur sop,sambal tomat,tempe goreng,,,semuanya,,kecuali sayur lodeh!!
Aku tak suka dari dulu..,
Tapi demi baktimu sama ayah,selalu terhidang masakan itu hampir tiap hari,,karena ayah suka dengan sayur lodeh ibu.

Sekarang,aku rindu saat seperti itu,,saat indah bersamamu,,duhai ibu,,,,
J



  

Sabtu, 27 Agustus 2011

AKU SUKA HUJAN


HUJAN
Aku suka hujan
 Hujan memberikan kesejukan,keteduhan hati yang dirundung nestapa
 Hujan salah satu bukti kekuasaan Alloh di antara kekuasaan lainnya yang setiap kali diturunkannya nikmat itu,aku selalu menengadahkan tangan ke atas
Di dalam Al quran terdapat banyak ayat yang menyebut kata “hujan”  ini berkali-kali,tak terhitung jumlahnya
 Merasakan betapa lembutnya tiap percikan air yang jatuh,menghirup aroma kesegarannya adalah suatu hal yang tak pernah aku tinggalkan
 Satu percik air yang jatuh adalah kekuatan positif
 Sehingga jika percikan itu bergabung dengan kawan-kawan nya akan tercipta beberapa kekuatan positif yang jika kita menggenggamnya seolah kekuatan-kekuatan positif  itu menyatu dalam hati kita
Menjadi dingin,tapi itulah menurutku kekuatan itu
HUJAN
Di setiap dia turun,aku selalu bergembira
Entah dari kapan aku suka hujan,tak tahu
Saat aku masih kecil,hujan adalah temanku. Tiap turun hujan aku selalu bersiap-siap di halaman rumah untuk menyatu dengannya
Saat hujan datang,tak kepalang tanggung aku keluar rumah
Walau hanya sekedar menyaksikan dia berjatuhan di dahan,ranting bahkan di bunga mawar depan rumah yang merekah
Kadang bersama hujan aku jalani mimpi-mimpiku selama ini
Dia inspirasi tiada henti untuk merasuki otak-otak ku yang kumal saat belajar adalah hal yang membosankan
Aku senang saat sedang berada di kelas,atau saat dosen mengajar babibu mata kuliah yang membuatku pusing ,,hujan turun
Seperti dia tahu akan kegelisahanku di dalam kelas
Aroma hujan segera meresap ke pori-pori otak,menyegarkan otak yang mulai panas

HUJAN

 
“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat”.                                  ( QS. Al-Baqarah:256)

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”. ( QS.Al-A’raf: 57)
“ Demi langit yang mengandung hujan “…       (QS.At-Thaariq: 11)

“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu) “. (QS. Al-Anfaal:11)

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui.” (QS.Al-Baqarah:22)

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS.Ar-Ruum: 48)

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” (QS. Ibrahim:32)

“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (QS. Fathir: 27)

“dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.” (QS. Al Jaatsiyah:5)

“Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam”. (QS. Thaahaa : 53)

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman yang daripadanya makan hewan ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?” (QS. As Sajdah: 27)